Atap Rumah Bocor, Apa Saja Penyebabnya?

 In News
Atap rumah yang bocor bisa menjadi permasalahan yang serius saat musim hujan tiba. Kebocoran atap rumah tak hanya merusak barang-barang yang ada di dalam rumah, tapi juga bisa merusak dinding rumah dan kuda-kuda rumah karena rembesan air. Untuk mengatasi atap yang bocor, kita perlu mengetahui apa saja penyebab kebocoran atap agar bisa melakukan perbaikan secepatnya.
1. Genteng retak atau pemasangannya kurang baik

Atap rumah yang bocor bisa disebabkan oleh adanya genteng yang retak sehingga memungkinkan air hujan untuk merembes masuk ke dalam rumah. Keretakan genteng bisa disebabkan karena genteng terkena benturan keras, rapuh termakan usia atau kualitasnya yang kurang baik. Belum lagi dengan kondisi iklim Indonesia yang berubah-ubah dan ekstrem, tentu berpengaruh terhadap kekuatan genteng.

Selain itu, pemasangan genteng yang kurang baik juga bisa menjadi penyebab kebocoran atap. Genteng dipasang saling mengunci satu sama lain. Apabila kuncian ini kurang rapat, maka air hujan bisa masuk ke dalam celah-celah genting. Solusinya, periksa kuncian genteng di lokasi kebocoran, kemudian pastikan bahwa genteng telah terpasang dengan rapat. Sebaiknya minta bantuan tukang bangunan berpengalaman untuk melakukan pengecekan dan penggantian genteng.

2. Atap terlalu landai

Atap yang ideal memiliki kemiringan minimal 27 derajat. Hal ini bertujuan agar air hujan bisa segera mengalir ke bawah saat hujan lebat sehingga menghindarkan terjadinya genangan. Apabila atap memiliki kemiringan di bawah 27 derajat atau terlalu landai, maka kemungkinan air untuk merembes ke sambungan atap dan menggenang cukup besar. Hal inilah yang menyebabkan kebocoran atap saat hujan lebat.

3. Posisi genteng kurang pas atau menurun

Pemasangan genteng yang kurang pas atau kuncian genteng yang kurang rapat sehingga bergeser ketika terkena angin kencang atau gempa, bisa membuat genteng menurun atau melorot. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan atap rumah bocor dan memicu kelapukan kayu penyangga atap. Agar kebocoran tidak terjadi, segera bersihkan genteng yang melorot dan kembalikan ke posisi semula. Pastikan kuncian antar genteng rapat agar air tak bisa merembes masuk ke sela-sela genteng.

4. Bubungan wuwung kurang rapat

Bubungan wuwung atau atap genteng berbentuk huruf U yang dipasang di bagian puncak atap rumah merupakan bagian atap yang rentan mengalami keretakan akibat perubahan cuaca. Ditambah lagi pemasangan bubungan wuwung yang kurang tepat atau dilakukan oleh tukang yang belum profesional, bisa memicu terjadinya kebocoran atap. Jika keretakan bubungan wuwung belum terlalu besar, Anda bisa memperbaikinya dengan menambal retakan menggunakan semen putih dan lem fox. Namun, jika kerusakan sudah parah, lebih baik menggantinya dengan yang baru.

5. Talang air bermasalah

Talang air saluran air yang terdapat di permukaan atap memiliki fungsi sebagai penyalur air dari atap ke bawah. Pemasangan talang air harus dilakukan oleh tukang yang berpengalaman yang mengerti teknik sambungan yang tepat. Talang air bisa menjadi salah satu penyebab kebocoran atap apabila tidak dipasang dengan benar. Talang air yang jarang dibersihkan juga bisa menyebabkan kebocoran karena saluran air terhambat oleh sampah dedaunan.

Untuk mengurangi risiko kebocoran atap, sebaiknya bersihkan talang air secara teratur dan pilihlah material talang air yang berkualitas. Material talang air yang berkualitas diharapkan mampu bertahan dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah. Selain itu, pilih ukuran talang air yang sesuai dengan ukuran luas bidang atap agar air hujan bisa mengalir dengan lancar.

Recommended Posts

Leave a Comment

Hubungi Kami